Tata Tertib di Pengadilan

Tata Tertib di Lingkungan Pengadilan

1. Berpakaian sopan

2. Duduk dengan sopan pada kursi tunggu yang telah disediakan

3. Dilarang membuat kegaduhan yang dapat terdengar di dalam ruang sidang hingga mengganggu jalannya persidangan

4. Membuang sampah pada tempat sampah yang telah disediakan

5. Dilarang melakukan tindakan yang dapat mengganggu dan atau merusak fungsi dari sarana serta prasarana yang ada di lingkungan kantor pengadilan

6. Dilarang berjualan di dalam gedung kantor pengadilan

7. Dilarang menempelkan spanduk, brosur,pengumuman, dan sejenisnya pada lingkungan kantor pengadilan tanpa izin dari Ketua Pengadilan

8. Melapor terlebih dahulu kepada petugas piket jika ingin menemui aparat pengadilan

Tata Tertib Sidang

1. Dalam ruang sidang siapapun wajib menunjukan sikap hormat kepada Pengadilan

2. Selama sidang berlangsung, pengunjung harus duduk sopan dan tertib di tempatnya masing – masing

3. Pengunjung sidang dilarang makan, minum, merokok, membaca koran atau melakukan tindakan yang dapat menggangu jalannya persidangan

4. Siapapun dilarang membawa senjata api, senjata tajam, bahan peledak atau alat maupun benda yang dapat membahayakan keamanan sidang dan siapa yang membawanya wajib menitipkan pada tempat yang disediakan khusus untuk itu, yaitu diruangan kepaniteraan bagian pidana

5. Segalah sesuatu yang diperintahkan oleh ketua sidang untuk memelihara tata tertib dipersidangan wajib dilaksanakan dengan segera dan cermat

6. Pengambilan foto, rekaman suara atau rekaman TV harus meminta izin terlebih dahulu kepada hakim ketua sidang

7. Siapaun disidang pengadilan bersikap tidak sesuai dengan martabat perngadilan dan tidak mentaati tata tertib persidangan dan setelah hakim ketua sidang memberikan peringatan, masi tetap melanggar tata tertib tersebut, maka atas perintah hakim ketua sidang yang bersangkutan dikeluarkan dari ruang sidang dan apabila pelanggaran tata tertib dimaksud bersifat suatu tindakan pidana, tidak mengurangi kemungkinan dilakukan penuntutan terhadap pelakunya.